Minggu, 10 Mei 2015

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga berhasil menyelesaikan Makalah ini yang Alhamdulillah tepat pada waktunya. Makalah ini berisi tentang Kemiskinan dan Kesenjangan.
Kami sampaikan terima kasih kepada Orang tua yang telah membantu dan mendukung dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Tidak lupa juga kami berterimakasih kepada Bapak/Ibu dosen Perekonomian Indonesia yang telah memberikan banyak pelajaran tentang Perekonomian Indonesia ini kepada saya dan rekan - rekan.
 Penulis menyimpulkan bahwa tugas kelompok ini masih belum sempurna, oleh karena itu Penulis menerima saran dan kritik, guna kesempurnaan tugas ini dan bermanfaat bagi Penulis dan pembaca pada umumnya.




Depok, Mei 2015


Kelompok 3








DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ................................................................................. i
KATA PENGANTAR .............................................................................. ii
DAFTAR ISI ............................................................................................ iii
BAB I PENDAHULUAN ......................................................................... 1
1.1. Latar Belakang ................................................................................... 1
1.2. Rumusan Masalah .............................................................................. 1
1.3. Tujuan ................................................................................................ 1
BAB II PEMBAHASAN .......................................................................... 2
2.1. Konsep dan Pengertian Kemiskinan................................................... 2
2.2. Garis Kemiskinan ............................................................................... 3
2.3. Penyebab dan Dampak Kemiskinan.................................................... 3
2.4. Pertumbuhan, Kesenjangan, dan Kemiskinan .................................... 4
BAB III PENUTUP ................................................................................... 6
3.1. Kesimpulan ......................................................................................... 6
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................ 7


BAB I
PENDAHULUAN
1. LatarBelakang
       Saat ini, Perkembangan Perekonomian di Indonesia sangat merosot . Salah satunya adalah Kemiskinan. Kemisikinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Umumnya masyakat Indonesia perkembangan ekonominya merosot yang disebabkan oleh ketidak mampuan masyarakat yang belum mengetahui perkembangan ekonomi yang sekarang. Oleh sebab itu, kelompok kami akan membahas tentang Perkembangan Perekonomian di Indonesia.
2. RumusanMasalah
a.       Apakah konsep dan pengertian dari kemiskinan?
b.      Apa itu garis kemiskinan?
c.       Apakah penyebab dan dampak dari kemiskinan?
d.      Bagaimana hubungan petumbuhan, kesenjangan, dan kemiskinan?
3. Tujuan
1.      Untuk mempelajari lebih dalam lagi tentang kemiskinan dan kesenjangan.
2.      Untuk mengetahui tentang garis kemiskinan.
3.      Untuk mengetahui penyebab dan dampak kemiskinan.
4.      Untuk mengetahui hubungan pertumbuhan, kesenjangan, dan kemiskinan.


BAB II
PEMBAHASAN

1.      Konsep Dan Pengertian Kemiskinan
1)      Konsep Kemiskinan
   Kemiskinan dapat dilihat dari dua sisi yaitu kemiskinan absolut dan kemiskinan relatif. Kemiskinan absolut dan kemiskinan relatif adalah konsep kemiskinan yang mengacu pada kepemilikan materi dikaitkan dengan standar kelayakan hidup seseorang atau kekeluarga. Kedua istilah itu menunjuk pada perbedaan sosial (social distinction) yang ada dalam masyarakat berangkat dari distribusi pendapatan.
Perbedaannya adalah bahwa pada kemiskinan absolut ukurannya sudah terlebih dahulu ditentukan dengan angka-angka nyata (garis kemiskinan) dan atau indikator atau kriteria yang digunakan, sementara pada kemiskinan relatif kategori kemiskinan ditentukan berdasarkan perbandingan relatif tingkat kesejahteraan antar penduduk.
a.       Kemiskinan Absolut
Kemiskinan absolut atau mutlak berkaitan dengan standar hidup minimum suatu masyarakat yang diwujudkan dalam bentuk garis kemiskinan (poverty line) yang sifatnya tetap tanpa dipengaruhi oleh keadaan ekonomi suatu masyarakat. Garis Kemiskinan (poverty line) adalah kemampuan seseorang atau keluarga memenuhi kebutuhan hidup standar pada suatu waktu dan lokasi tertentu untuk melangsungkan hidupnya. Pembentukan garis kemiskinan tergantung pada defenisi mengenai standar hidup minimum. Sehingga kemiskinan abosolut ini bisa diartikan dari melihat seberapa jauh perbedaan antara tingkat pendapatan seseorang dengan tingkat pendapatan yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dasarnya. Tingkat pendapatan minimum merupakan pembatas antara keadaan miskin dengan tidak miskin.
b.        Kemiskinan Relatif
Kemiskinan relatif pada dasarnya menunjuk pada perbedaan relatif tingkat kesejahteraan antar kelompok masyarakat. Mereka yang berada dilapis terbawah dalam persentil derajat kemiskinan suatu masyarakat digolongkan sebagai penduduk miskin. Dalam kategori seperti ini, dapat saja mereka yang digolongkan sebagai miskin sebenarnya sudah dapat mencukupi hak dasarnya, namun tingkat keterpenuhannya berada dilapisan terbawah.


2)   Pengertian Kemiskinan
       Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan.
Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan,dll.
Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara. Pemahaman utamanya mencakup:
·         Gambaran kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari: sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini dipahami sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar.
·         Gambaran tentang kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasuk pendidikan dan informasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan moral, dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi. Gambaran kemiskinan jenis ini lebih mudah diatasi daripada dua gambaran yang lainnya.
·         Gambaran tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai. Makan "memadai" di sini sangat berbeda-beda melintasi bagian-bagian politik dan ekonomi di seluruh dunia. Gambaran tentang ini dapat diatasi dengan mencari objek penghasilan di luar profesi secara halal. Perkecualian apabila institusi tempatnya bekerja melarang.

2.      Garis Kemiskinan

Garis Kemiskinan (GK)

Konsep Definisi
Garis Kemiskinan merupakan representasi dari jumlah rupiah minimum yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pokok minimum makanan yang setara dengan 2100 kilokalori per kapita per hari dan kebutuhan pokok bukan makanan.
Rumusan
 GK = GKM + GKNM
Ket :    GK      = Garis Kemiskinan
            GKM   = Garis Kemiskinan Makanan
            GKNM = Garis Kemiskinan Non Makanan
Kegunaan
Untuk mengukur beberapa indikator kemiskinan, seperti jumlah dan persentase penduduk miskin (headcount index-Po), indeks kedalaman kemiskinan (poverty gap index-P1), dan indeks keparahan kemiskinan (poverty severity index-P2)
Keterangan Tambahan
Selain dari Susenas Modul Konsumsi dan Kor, variabel lain untuk menyusun indikator kemiskinan diperoleh dari Survei Paket Komoditi Kebutuhan Dasar (SPKKD).
Interpretasi
Garis kemiskinan menunjukkan jumlah rupiah minimum yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pokok minimum makanan yang setara dengan 2100 kilokalori per kapita per hari dan kebutuhan pokok bukan makanan. Penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran konsumsi per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan dikategorikan sebagai penduduk miskin.
Yessi Kurniyanti (2C214390)

3.        Penyebab Dan Dampak Kemiskinan
1)        Penyebab Kemiskinan
a.         Urbanisasi
     Orang berpikir bahwa tinggal di kota besar akan mendatangkan penghasilan besar. Namun semakin banyak orang yang datang ke kota besar maka lapangan pekerjaan yang tersedia juga akan semakin sedikit. dan hal ini malah akan memperparah tingkat pengangguran.
b.        Korupsi
     Hal ini "menyumbangkan" banyak sekali warga miskin di Indonesia, karena bantuan yang seharusnya untuk membantu masyarakat miskin malah diambil orang yang tidak bertanggungjawab.
c.         Sumber Daya Alam (SDA)
     Ini yang menyebabkan kemiskinan susah sekali berkurang. Bisa diketahui banyak SDA di Indonesia memiliki kualitas yang kurang, sehingga para SDA tidak mempunyai keahlian yang bisa digunakan untuk mendapatkan penghasilan.
d.        Tingkat pendidikan yang rendah
     Tidak adanya keterampilan, ilmu pengetahuan, dan wawasan yang lebih, masyarakat tidak akan mampu memperbaiki hidupnya menjadi lebih baik. Karena dengan pendidikan, masyarakat bisa mengerti dan memahami bagaimana cara untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi kehidupan manusia. Dengan belajar, orang yang semula tidak bisa menjadi bisa, salah menjadi benar, dsb. Maka dengan tingkat pendidikan yang rendah, masyarakat akan dekat dengan kemiskinan.
e.         Bencana alam
     Banjir, tanah longsor, gunung meletus, dan tsunami dapat menyebabkan gagalnya panen para petani, sehingga tidak ada bahan makanan untuk dikonsumsi dan dijual kepada penadah atau koperasi. Kesulitan bahan makanan dan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari tidak dapat terpenuhi.
f.          Tidak menjalankan program Keluarga Berencana (KB)
     Masih ada orang yang berpikir bahwa anak merupakan tabungan masa depan, dan orang yang berpikiran seperti itu memiliki banyak anak. Namun hal tersebut malah menjadi beban ekonomi yang berat karena harus menghidupi banyak anggota keluarga.
2)        Dampak Kemiskinan
a.         Kriminalitas
     Semakin banyak orang yang miskin, maka semakin banyak pula kemiskinan yang terjadi. Masuk akal bila seorang kepala rumah tangga menghalalkan segala cara untuk menghidupi keluarganya yang kelaparan.
b.        Pengangguran
     Pengangguran merupakan dampak dari kemiskinan, berhubung pendidikan dan keterampilan merupakan hal yang sulit diraih masyarakat, maka masyarakat sulit untuk berkembang dan mencari pekerjaan yang layak untuk memenuhi kebutuhan.
c.         Bunuh diri
     Banyak orang yang putus asa karena tidak sanggup menghadapi kemiskinan, sehingga mengambil jalan pintas.
d.      Kebodohan
     Semakin banyak rakyat miskin maka semakin banyak juga yang tidak bisa mendapatkan pendidikan.
e.       Kesehatan sulit untuk didapatkan
     Karena kurangnya pemenuhan gizi sehari-hari akibat kemiskinan membuat rakyat miskin sulit menjaga kesehatannya. Belum lagi biaya pengobatan yang mahal di klinik atau rumah sakit yang tidak dapat dijangkau masyarakat miskin. Ini menyebabkan gizi buruk atau banyaknya penyakit yang menyebar.

4.        Pertumbuhan, Kesenjangan Dan Kemiskinan
          1)      Hubungan antara Pertumbuhan dan Kesenjangan: Hipotesis Kuznets
            Data decade 1970an dan 1980an mengenai pertumbuhan ekonomi dan distribusi di banyak Negara berkembang, terutama Negara-negara dengan proses pembangunan ekonomi yang tinggi, seperti Indonesia, menunjukkan seakan-akan ada korelasi positif antara laju pertumbuhan dan tingkat kesenjangan ekonomi: semakin tinggi pertumbuhan PDB atau semakin besar pendapatan per kapita semakin besar perbedaan antara kaum miskin dan kaum kaya.  Studi dari Jantti (1997) dan Mule (1998) memperlihatkan perkembangan ketimpangan pendapatan antara kaum miskin dan kaum kaya di Swedia, Inggris dan AS, serta beberapa Negara di Eropa Barat menunjukkan kecenderungan yang meningkat selama decade 1970an dan 1980an.  Jantti membuat kesimpulan semakin besar ketimpangan distribusi pendapatan disebabkan oleh pergeseran demografi, perubahan pasar buruh dan perubahan kebijakan public.  Dalam perubahan pasar buruh, membesarnya kesenjangan pendapatan dari kepala keluarga dan semakin besarnya pendapatan dari istri dalam jumlah pendapatan keluarga merupakan dua factor penyebab penting.
Literature mengenai perubahan kesenjangan dalam dsitribusi pendapatan awalnya didominasi oleh apa yang disebuthipotesis Kuznets. Dengan memakai data antar Negara (cross section) dan data dari sejumlah survey/observasi di tiap Negara (time series), Simon Kuznets menemukan relasi antara kesenjangan pendapatan dan tingkat perdapatan per kapita berbentuk U terbalik.  Hasil ini diinterpretasikan sebagai evolusi dari distribusi pendapatan dalam proses transisi dari ekonomi pedesaan (rural) ke ekonomi perkotaan (urban) atau ekonomi industry.


          2)      Hubungan antara Pertumbuhan dan Kemiskinan
            Dasar teori dari korelasi antara pertumbuhan dan kemiskinan tidak berbeda dengan kasus pertumbuhan dengan ketimpangan, seperti yang telah dibahas di atas.  Mengikuti hipotesis Kuznets, pada tahap awal proses pembangunan tingkat kemiskinan cenderung meningkat, dan saat mendekati tahap akhir pembangunan jumlah orang miskin berangsur berkurang.  Namun banyak factor lain selain pertumbuhan yang juga mempunyai pengaruh besar terhadap tingkat kemiskinan di suatu Wilayah/Negara seperti struktur pendidikan tenaga kerja dan struktur ekonomi.
 
BAB III
PENUTUP


1. Kesimpulan

                                   Dengan demikian, Kemiskinan terjadi ketika ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan.
Kemiskinan juga dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti: Urbanisasi, Korupsi, SDA (Sumber Daya Alam), Tingkat Pendidikan yang rendah, Bencana Alam, KB.
Ada juga beberapa dampak dari kemiskinan seperti: kriminalitas, pengangguran, bunuh diri, kebodohan, dan kesehatan sulit didapatkan.


DAFTAR PUSTAKA




Kamis, 15 Januari 2015

Bisnis Yang Cocok Dalam Segala Kondisi

Bisnis dalam pengertiannya adalah suatu organisasi yang menghasilkan dan menjual product atau jasayang dibutuhkan konsumen pada tingkat keuntungan tertentu.

            Menurut saya, bisnis yang cocok dalam segala kondisi baik itu kondisi ekonomi maupun kondisi cuaca yaitu bisnis rumah makan. Dengan penghasilan yang cukup lumayan bisa di dapatkan di usaha rumah makan ini. Bisnis rumah makan memang tidak pernah mati. bagaimana bisa seperti itu? iya, bisnis ini memang semakin tumbuh subur seiring dengan perkembangan jumlah penduduk dan gaya hidup yang ingin serba cepat tersaji. Sadar atau tidak, dengan pertumbuhan penduduk yang semakin banyak maka semakin banyak pula kebutuhan pangan yang harus disediakan.

            Cara Memulai Usaha Bisnis Rumah Makan:
1)      mempersiapkan mental untuk menghadapi tantangan ketakutan dan keraguan akan kegagalan
2)      menghitung kemampuan diri
3)      Persiapan dalam memulai bisnis restoran/tempat makan lainnya
4)      Prasarana

Bisnis makanan termasuk bisnis yang beresiko besar. Karena bisnis makanan beda dengan bisnis-bisnis lain. Kecuali yang kita jual adalah makanan kering, yang bisa bertahan sampai berbulan-bulan. Namun jika anda yakin pangsa pasarnya yang bagus, maka bisnis makanan akan memberi keuntungan yang berlipat ganda.

PENGEMBANGAN DIRI MELALUI PENGENALAN KEPRIBADIAN

Banyak yang berpendapat mengenai diri saya, dari sekian banyak pernyataan yang terucap  dari ucapan orang-orang disekitar saya hampir sebagian besar menyatakan bahwa diri saya itu merupakan pribadi yang periang, ramah, bersahabat. Namun  mereka mengatakan bahwa diri saya itu bawel, cerewet, gak bisa diem, pecicilan. Tetapi sebagian orang pun yang tidak mengetahui saya seperti apa pasti bingung melihatnya karena sama orang yang baru kenal saya pendiem. Tapi kalau sudah dekat keluar usil-usil, gak jelasnya saya hehe :p .Semua itu sebagian memang sesuai dengan tipe kepribadian saya.


Namun  kekurangan dari diri saya yaitu dalam melakukan sesuatu atau dalam mengambil keputusan dalam suatu masalah, saya suka susah atau tidak berani untuk menjelaskannya. Dan pendirian saya itu lemah sehingga tidak sepenuhnya. Saya juga mudah panik atau kurang tenang  dalam keadaan saat menghadapi suatu masalah dan saya juga kadang bisa menangis pada saat itu juga. Dan saya juga merupakan orang yang moodian.  dalam melakukan  kegiatan apapun, saya melakukannya sesuai dengan mood yang ada dalam diri saya. hasilnya tergantung dari suasana mood yang ada dalam diri. Saya juga pelupa dalam sekejab, apa ini efek umur? Hehe. Dan kata keluarga dekat saya sih saya itu mau menang sendiri.

Saya juga sering kali mudah tersinggung ,Saya juga terkadang suka membesar besarkan sesuatu, misalnya ada seseorang yang tidak menyukai saya, saya tiba-tiba merasa sedih dan selalu muncul dalam pikiran saya mengenai orang itu. Saya pun kepikiran ingin bertanya-tanya kepada orang yang tidak suka kepada saya “kenapa bisa tidak suka?” belum mengetahui lebih jauh aja sudah asal menebak tidak jelas. Rasa kesal selalu ada, tetapi aku harus apa? Sudahlah. Saya emang orangnya tidak berani bertindak, Nah itulah watak yang terpendam dalam diri saya. Saya marah-marah saja cuman sebentar sudah menangis. Fisik saya emang lemah.

Seperti itulah ,saya lebih mengetahui kelebihan dan kekurangan saya, dari orang yang tidak suka sama saya, sampai yang jelek-jelek  dari sikap dan watak saya. Saya perlu intropeksi diri dan perlu tenang yang paling utama.

Namun berdasarkan penelitian di Harvard University Amerika Serikat, ternyata kesuksesan seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh pengetahuan dan kemampuan teknis (hard skill) saja, tetapi lebih oleh kemampuan mengelola diri sendiri dan orang lain (soft skill).

             Untuk itu, dalam perkuliahan ini, disamping harus meningkatkan hard skill, saya juga harus bisa meningkatkan kemampuan soft skill saya.
Dan menurut sumber yang saya baca, berikut adalah cara untuk meningkatkan kemampuan soft skill:
  1. Menjadi suatu bagian organisasi, untuk bisa menghargai orang lain.
  2. Meminta pada salah satu kerabat anda untuk meneliti apakah anda sudah termasuk dalam kemampuan soft skill.
  3. Harus bisa mengatur waktu.
  4. Harus bisa menerima kritik orang lain dan mengkritik orang lain tapi dalam hal positif. 
  5. Tersenyum, menghargai orang lain, belajar menghargai orang lain.
  6. Jangan sering mengeluh dalam menghadapi sesuatu.

Minggu, 30 November 2014

ANTISIPASI DALAM MENYIKAPI PRODUK ASING

suatu proses tatanan masyarakat mendunia, dimana batas wilayah bukan lagi hambatan yang berarti. Hubungan antar bangsa berlangsung lebih aktif. Setiap bangsa pun tidak menutup diri dari bangsa lain. Indonesia ssebagai bangsa yang terbuka harus siap menerima pengaruh tersebut. 
Negara yang berhasil mewujudkan harus dapat memanfaatkan dalam segi kehidupan tetapi juga harus mampu menyaringnya melalui ideologi bangsa yang kokoh, dengan begitu negara tersebut akan berkembang secara cepat. Sebaliknya, apabila ketahanan ideologi dan pandangan hidup suatu bangsa rapuh, justru akan membuat jati diri bangsa tersebut memudar.
Pandangan beberapa orang terhadap pencitraan diri membuat banyak proyek besar yang nantinya akan membangkitkan devisa negara hanya diam di tempat. Besarnya ego para pemimpin negeri kita terhadap pencitraan dirinya saja tanpa sadar mematikan industri diIndonesia. 
Pemerintah tengah menggodok sejumlah kebijakan sebagai langkah untuk mengantisipasi serbuan produk asing menyusul rencana penerapan perjanjian perdagangan bebas atau free trade agreement (FTA) pada awal 2010. Ini dilakukan untuk mengamankan produk dalam negeri sehingga tak kalah saing dengan produk asing
pemerintah sebenarnya telah megimplementasikan sejumlah kebijakan untuk melindungi produk dalam negeri dari serbuan produk impor. Kebijakan itu antara lain melakukan promosi pemakaian produk dalam negeri, mempermudah investasi, menggencarkan penggunaan bahan baku, seperti baja dari dalam negeri untuk pembangunan proyek di Indonesia.
Kita sebagai generasi muda seharusnya dapat berpikir bagaimana dampak yang terjadi apabila produk local sendiri sudah berkurang nilainya dibanding dengan produk asing. Seharusnya kita harus sebagai warga negara Indonesia harus bangkit dan bangga dengan produk lokal yang berkualitas dan menjadi tuan rumah untuk negerinya sendiri sehingga mempunyai rasa kecintaan tersendiri bagi Indonesia. Selain itu, Indonesia juga memerlukan bantuan dari pemerintah untuk mengembangkan usaha produk lokalnya agar bias menarik minat masyarakat dan kesadaran cinta tanah air.
Kelebihan yang ditawarkan oleh produk lokal antara lain yaitu harga lebih terjangkau karena secara otomatis harga produk local lebih murah dan cocok untuk semua kalangan, baik menengah ke atas maupun menengah ke bawah. Produknya pun tidak keras di kulit, aman untuk dipakai karena sesuai dengan iklim tropis. Kosmetik yang dibuat Indonesia ringan dan baik karena kosmetik yang baik yaitu dampak atau hasilnya tidak secepat prosesnya, jika hasilnya itu cepat dan instan biasanya produk tersebut tidak baik karena produk yang baik membutuhkan waktu dan jeda jaraknya agak lama karena tidak merusak generasi sel–sel kulit.
Keuntungan dari produk negeri bagi masyarakat Indonesia yaitu menambah kecintaan masyarakat terhadap tanah air Indonesia karena dengan membeli produk lokal atau dalam negeri berarti sama saja dengan bangga memakai produk lokal dan mencintai bangsanya sendiri. Selain itu Indonesia juga bertambah kaya dengan produknya yang laris di pasaran dan dapat mensejahterakan pekerja Indonesia.
Jadi, produk dalam negeri sangat memungkinkan untuk menjadi tuan rumah di negerinya sendiri dengan mengadakan penyuluhan-penyuluhan dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang cinta tanah air.


Sumber :

CARA PRODUSEN DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS

Produksi adalah pengubahan bahan-bahan dari sumber-sumber menjadi hasil yang yang diinginkan oleh konsumen. Hasil tersebut dapat berupa barang ataupun jasa.

Produktivitas adalah sebuah konsep yang menggambarkan hubungan antara hasil (jumlah barang yang diproduksi) dengan sumber (jumlah tenaga kerja, modal, tanah, energy, dan sebagainya) yang dipakai untuk menghasilkan hasil tersebut
Produktivitas dapat ditingkatkan dengan cara sebagai berikut.
  1. Secara ektensif, yaitu upaya untuk meningkatkan jumlah produksi dengan cara menambah jumlah faktor produksi.
  2. Secara intensif, yaitu upaya untuk meningkatkan jumlah produksi dengan cara meningkatkan produktivitas setiap faktor produksi.
  3. Rasionalisasi, yaitu upaya untuk meningkatkan jumlah produksi dengan cara mengeluarkan kebijakan yang rasional yang mengarah pada efisiensi produksi agar produktivitas optimal.
Upaya rasionalisasi dapat ditempuh dengan jalan sebagai berikut.
  1. Mekanisasi, yaitu dilakukan dengan mengganti alat-alat produksi dengan mesin-mesin/alat-alat yang serba modern.
  2. Standardisasi, yaitu dilakukan dengan membuat suatu standar/ukuran dalam hal mutu, bentuk, ukuran dan lain-lain terhadap suatu produk tertentu.
  3. Spesialisasi/pembagian kerja.
  4. Menempatkan pekerja pada tempat yang sebenarnya (the right man on the right place).
Perluasan Produksi dapat di lakukan dengan cara : 
a. Ekstensifikas

Ekstensifikasi artinya perluasan produksi dengan cara menambah faktor-faktor atau unit produksi baru. Di bidang pertanian misalnya menambah areal pertanian, di bidang industri menambah tenaga kerja, mesin-mesin.

 b. Intensifikasi

Intensifikasi artinya perluasan produksi yang dilakukan dengan cara meningkatkan produktivitas (kemampuan menghasilkan) dari faktor produksi yang ada pada tiap unit produksi. Di bidang pertanian misalnya dengan pemupukan, pengairan yang lebih intensif. Di bidang industri misalnya dengan pembagian kerja (spesialisasi kerja), peningkatan kemampuan dan keahlian kerja. 

c. Diversifikasi

Diversifikasi adalah cara memperluas usaha dengan menambah jenis produksi. Misalnya, mula-mula sebuah perusahaan hanya memproduksi benang, kain, kemudian berkembang memproduksi pakaian jadi.

d. Spesialisasi

Spesialisasi atau mengadakan pembagian kerja secara khusus, yaitu masing-masing orang, golongan, atau daerah menghasilkan barang-barang yang sesuai dengan bakat dan keahlian, keadaan daerah, iklim, serta kesuburan tanah. Dengan adanya pembagian kerja, hasil kerja dapat diperluas sehingga barang-barang yang dihasilkan juga meningkat dan kualitas hasil kerja akan lebih baik.




Job Interview Question

Yessi    : Good Morning Nurul   : Good Morning, please take a sit Yessi    : Yes , Thank you Nurul   : What is your name? Yessi    ...